obj1
PROGRAM PENDAMPINGAN  SEKOLAH INKLUSI Di SEKOLAH DASAR NEGERI KLAMPIS NGASEM II SURABAYA
"Pelatihan Kepada Guru Sekolah Inklusi"
ink1
Menindak lanjuti MOU dengan SDN Klampis Ngasem II Surabaya , Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Kesehtan Universitas Muhammadiyah Surabaya mengadakan pelatihan kepada guru dan orang tua murid berkebutuhan khusus. Program pelatihan ini berlangsung mulai bulan Oktober 2009 dan berakhir pada bulan Juni 2010. Pelatihan pada tanggal 12 Januari 2010 SDN Klampis Ngasem II Surabaya adalah sekolah yang menyelenggarakan program pendidikan inklusi. Sekolah inklusi adalah sekolah yang melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus. Sebagai sekolah inklusi tentunya memiliki tantangan-tantangan tersendiri dari sisi siswa dan guru yang memberikan pengajaran. Tantangan yang mungkin terjadi adalah ketidaksiapan dan kurangnya pengetahuan dalam menghadapi anak-anak berkebutuhan khusus. Oleh karena itu pada tahun 2009, Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya menyelenggarakan 0pendampingan dengan program pelatihan bagi guru dan orang tua siswa berkebutuhan khusus. Program Pendampingan untuk Sekolah Inklusi ini mendapat dukungan subsidi dari Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorak Pembinaan Sekolah Luar Biasa.
ink2
Sesuai dengan  peraturan Menteri Pendidikan Nasional bahwa setiap sekolah umum wajib   menerima anak berkebutuhan khusus. Oleh karena itu  meningkatan kesadaran guru akan tanggung jawab pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus sangat penting. Ibu Dra. S.A Fahiroh, M.Si  dalam paparannya bertema berbahagia bersama anak berkebutuhan khusus mengatakan bahwa  para guru siswa regular harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.oleh karena itu para guru regular diharapkan bekerja dengan ikhlas, berfikir postif dan  ,kreatif. Sedang  Dra. Wiwik J.i Prihastiwi,M.Si memberikan pelatihan tentang penanganan problem perilaku melalui pendekatan modifikasi perilaku kepada guru.. hal ini disampaikan karena anak-anak bekebutuhan khusus juga mengalami masalah dalam perilakunya. Pada pelatihan yang lain , juga disampaikan tentang management emosi. Hal ini penting karena para guru tentu menghadapi beban yang berat karena permasalahan anak berkebutuhan khusus tersebut sangat komplek. Sedang Dewi Ilma  A, SPsi menyampaikan materi bagaimana teknik melalukan assessment terhadap anak berkebutuhan khusus. Assessment merupakan tahap yang sangat penting karena hasil assesmen akan menjadi dasar pemberian perlakukan anak.

ink3

(1)

lihat hal:   1  2
obj4